Pages - Menu

Friday, June 24, 2016

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (2)


9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi


9 Alasan Mulia Menuliskan Kisah Hidup Pribadi (2). Kekuatan menulis terutama menulis kisah pribadi dipercaya dapat mengubah perilaku dan meningkatkan kebahagiaan.

"Kenapa harus repot-repot menulis kisah hidup kita sendiri? Kan kita sendiri sudah tahu kisah hidup kita masing-masing? Untuk apa, coba...? Apalagi kalau kita belum sukses... eh"

Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap orang mempunya cerita pribadi yang memiliki kekuatan untuk membentuk perspektif tentang dunia dan diri kita sendiri. Hanya saja kadang-kadang suara hati kita tidak mengetahuinya dengan benar.

Tanpa disadari ada banyak kejadian dalam kehidupan ini yang kita biarkan berlalu tanpa pernah meluangkankan waktu untuk berhenti sejenak memikirkannya, merefleksikannya atau bahkan memberikan penghargaan.

Tahukah kamu?

Menuliskannya adalah salah satu cara untuk memperlambat irama itu. Bahkan para ahli mengklaim dengan menuliskan kisah hidup, kita memperoleh manfaat secara emosional, spritual bahkan meningkatkan kesehatan/kebahagiaan.

Misalnya saat membantu move on dari mantan eh, dari masa lalu!

Satu manfaat di antaranya pernah aku singgung di sini, namun agar lebih greget, berikut selengkapnya 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi yang aku kutip dari mindbodygreen.com.


1. Berbagi informasi pribadi menciptakan koneksi

Saat berbagi pengalaman atau informasi pribadi secara tidak langsung kita memberikan akses bagi pihak lain memasuki ranah pribadi kita. Memberikan kesempatan orang lain untuk mengetahui lebih banyak, membangun hubungan yang kuat sekaligus menciptakan ikatan

Rekan sejawat, tetangga, sahabat bahkan keluarga hanya akan memiliki gambaran sejauh mana mereka mendapat akses tentang diri kita, berbanding lurus dengan sejauh mana kita cukup terbuka.

Dan ketika mereka mendapati bahwa kita adalah sosok multi dimensi dengan segala aspeknya, dapat dipastikan hubungan lebih dalam akan terjadi kemudian.

Hal ini aku alami sendiri saat memulai berinteraksi di sosial media. Memang memerlukan proses dan tidak semua interaksi yang kita lakukan sesuai dengan harapan yang aku inginkan. Namun tidak sedikit juga yang menghasilkan ikatan-ikatan baru yang menambah jam terbang.
Hiduppun menjadi lebih bersemangat. Setiap hari bangun dengan keyakinan bahwa hari ini akan ada interaksi, ada kesempatan saling berbagi dan itu membuat hidup semakin berenergi.
Baca juga : Berbagi dan Menginspirasi
Betapa pentingnya berhenti sejenak dari kesibukan dan rutinitas, karena rutinitas tanpa variasi bisa memadamkan kreativitas, menurunkan kecerdasan dan meningkatkan kejenuhan hidup.

2. Keluarga akan berterimakasih

Masih ingat siapa nama kakek-nenek anda? Bagaimana dengan nama buyut dari kakek-nenek anda?

Anak, cucu, keponakan serta sepupu semua layak mengetahui bagaimana kita bisa menjadi sosok seperti saat sekarang ini. Semakin lama mereka mengetahuinya semakin penasaran juga mereka tentang siapa sebenarnya sosok serta situasi yang membentuk kepribadian kita.

Mereka akan mendapatkan benefit ketika kita mengungkapkan kendala-kendala apa saja yang berhasil kita atasi dan strategi yang diterapkan saat menaklukkan rintangan-rintangan dalam kehidupan.

Jika masih ingin dikenal dan dikenang oleh keluarga dan generasi penerus, menulislah. Tulisan kita akan terus abadi dan masih akan bisa dibaca meskipun kita sudah tiada. Pengalaman dan cerita kehidupan yang berharga bisa menjadi pelajaran untuk generasi penerus kita.

Selanjutnya untuk tips bagaimana bisa mengeksplor semua kekuatan diri bisa temukan di sini ya.


3. Mampu menyalakan kembali gelora yang meredup

Proses saat mengorganisir dan menulis pengalaman hidup itu ternyata mempunyai kekuatan menyembuhkan.

Ketika memeriksa dan saat menceritakan kembali kisah lama terutama hal-hal yang dulu sangat mengganggu bahkan sampai bertahun-tahun, sebenarnya kita sedang mengurangi level stress harian kita, meningkatkan kemampuan agar bisa tidur dengan mudah dan nyenyak, menikmati kehidupan emosional dengan baik. 

Coba deh!


4. Berpikir lebih baik

Begitu pikiran kita bersih dari hal-hal negatif warisan masa lalu, kemampuan kognitif (kemampuan intelektual sederhana mulai dari mengingat sampai memecahkan masalah)  akan meningkat dan kita mampu berpikir lebih tajam. Tidak lagi memikirkan tentang ketidakadilan dan masalah-masalah masa lalu. Obsesi memudar, dan ada ruang baru serta informasi menarik untuk mengisi benak kita.

Menulis kisah hidup akan menstimulasi intelektual.

5. Merasa lebih baik dan meningkatkan kekebalan tubuh 

Menulis tentang perasaan yang kuat dan membeberkan hal-hal yang layak dan aman dikonsumsi publik menghasilkan rasa nyaman serta mampu meningkatkan kesehatan sekaligus kebahagiaan. Sistim imun bertumbuh ketika melakukan serangkaian penelusuran akan masa lalu dan menuliskan cerita nyata yang ditemui dalam bingkai memori.


6. Berdamai dengan masa lalu

Menulis mengizinkan kita memilah masalah-masalah dan hanya melihatnya dari jauh. Solusi yang berguna untuk situasi saat ini menjadi jelas dan masa lalu menjadi kurang penting.

Merefleksikan dan menuliskannya kembali memicu perubahan sudut pandang.

7. Takkan pernah merasa bosan

Proyek menulis akan selalu memberikan sesuatu untuk dilakukan. Menulis menjadi bagian dari rutinitas. Juga, akan memotivasi untuk bicara dengan teman, keluarga dari masa lalu atau melihat-lihat album foto beberapa tahun yang lalu.


8. Meninggalkan warisan 

Saat selesai menuliskan kisah hidup, kita akan mempunyai memoar yang permanen dalam bentuk buku yang bisa didistribusikan buat orang-orang tercinta, menerbitkan dan menjualnya secara online dan di toko buku, atau sebagai pengingat dari apa yang telah dicapai dalam kehidupan


9. Bersenang-senang

Pernah dong ya senyum-senyum sendiri saat menuliskan atau bahkan saat jedah sesaat untuk menikmati momen-momen masa lalu, apalagi kalau itu sangat konyol dan menggelikan banget.

Kalau dinding di dekatmu bisa ngomong, pasti deh dia bakal bilang "Ini apa sih senyam-senyum sendiri gitu, horor ahh!"

Hahaha...

Tanpa disadari hormon gembira atau endorfin memegang kendali. Perasaan senang dan nyaman terjadi, dan seperti yang aku tulis di awal tulisan ini, hal ini membuat hidup semakin berenergi. Bahkan dikatakan untuk setiap 1 menit tertawa manfaatnya sama dengan 45 menit berolah raga mengeluarkan keringat. Luar biasa!

Semoga 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi ini bermanfaat.

Jadi, kapan kamu segera mulai menulis kisah hidup pribadi?



















Tuesday, June 14, 2016

Kemudahan Layanan Membeli Asuransi di Era Digital


Kemudahan Layanan Membeli Asuransi di Era Digital

Kemudahan Layanan Membeli Asuransi di Era Digital. Setiap mendengar kata asuransi, pastilah anganku segera terbang ke suatu masa beberapa tahun yang silam. Saat itu aku sungguh alergi dengan kata asuransi. Apalagi mereka sangat teguh dan tekun menelepon, sampai-sampai rasa jengkel dan sebal menumpuk jadi satu. Apalagi jika pas di waktu dan tempat yang salah. Ampuun... dah!

Dalam benakku betapa sangat tega dan tidak manusiawi sekali para agen asuransi itu karena mengharap agar aku dan keluargaku sakit bahkan meninggal dunia. Bahkan mereka repot-repot menghitung segala benefit yang kelak didapatkan oleh ahli waris.

Benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Seperti itulah keadaanku saat itu. 

Sebagai seorang praktisi HRD di perusahaan sebenarnya istilah asuransi sudah lama aku pahami, namun hanya terbatas pada asuransi jiwa dan kesehatan.

Awal perkenalan dengan tipe asuransi jiwa unit link malah terjadi saat aku sudah tidak menjadi karyawan perusahaan lagi.

Saat itu seorang tetangga yang juga agen asuransi menawarkan sebuah produk yang sangat baru. Cara penyampaian dan pendekatannya di awal pertama sudah cukup menggoda. Namun ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dan dia meminta waktu lagi agar diizinkan kembali dengan seorang agen senior yang jauh lebih mumpuni.

Sambil menunggu waktu itu tiba aku juga menambah wawasan dengan membaca berbagai artikel tentang asuransi jiwa unit link di media online. Sedikit banyak membuka wawasan diantaranya tentang tips untuk memilih asuransi yang tepat agar sesuai kebutuhan lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Prosedur seperti ini memang memakan waktu selain itu kita hanya bisa mendapat penawaran dari sebuah perusahaan asuransi.

Untuk itulah www.pasarpolis.com hadir di tengah era digital ini. Di zaman semua orang perlu mengakses informasi dengan mudah, cepat dan terkini. Semua media ingin merebut hati publik. Dapat dipastikan perusahaan yang lambat mengantisipasi perubahan pasti akan segera ditinggalkan.

Ekspetasi para calon nasabah juga mengalami revolusi. Berbagai ekspetasi tepatnya. Namun secara umum biasanya nasabah menginginkan produk asuransi yang tidak ribet dan bebas bingung.

Bagaiman pasarpolis.com melindungi kita?

Di pasarpolis.com kita bisa langsung memilih produk asuransi secara online. Perusahaan ini juga mengklaim layanan yang diberikan akan memudahkan para calon nasabah membandingkan dan memilih produk asuransi.

Untuk kesempatan kali ini kita fokus pada asuransi perjalanan. Baik untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Sekali jalan ataupun tahunan.

Berikut panduannya: 

1. Masuk ke web www.pasarpolis.com

2. Klik tab asuransi perjalanan.


3. Isi semua info sesuai yang kita inginkan.

Pada tahap ini perhatikan kolom bagian paling atas, Ada 2 pilihan jenis perjalanan di sana. Sekali jalan dan tahunan. Silahkan pilih sesuai kebutuhan.


4. Klik bandingkan.



Tampilan inilah yang menjadi andalan produk pasarpolis.com, yaitu perbandingan dari beberapa perusahaan asuransi.

Klik detail produk untuk mengetahui fitur, metode pembayaran dan rincian pembayaran.

Selanjutnya untuk mengetahui tabel manfaat klik ringkasan polis. Pastikan membaca semua ketentuan dengan teliti.

Juga tersedia bantuan lewat email, media sosial facebook serta telepon mulai hari Senin sampai dengan Jumat 09:00 - 17:00.

5. Jika telah menyetujui semua ketentuan dan yakin akan membeli, klik tombol Beli Paket.

6. Selanjutnya kita akan dibawa pada tabel verifikasi.

Baca secara teliti semua syarat dan kondisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Atau silahkan lakukan simulasi terlebih dahulu. Langkahnya sama seperti di atas. Singkat dan mudah! Dengan simulasi kita bisa mengukur diri dengan besaran premi sesuai dengan kondisi keuangan kita.

Pada dasarnya pasar polis hanya memiliki 3 langkah tahap pembelian asuransi sebagai berikut:


Jadi kita memiliki keleluasaan untuk membandingkan beberapa perusahaan asuransi. Apalagi saat ini menjelang mudik lebaran, asuransi perjalanan layak mendapat perhatian untuk meminimalisir resiko terutama yang berada di luar kontrol kita sebagai manusia biasa.

Kadang-kadang kita sudah berupaya sedemikian rupa mematuhi aturan berlalu lintas namun resiko masih saja tetap melintas.

Perusahaan asuransi apa saja yang sudah bergabung dengan pasar polis?

Saat ini ada 17 perusahaan yang sudah bergabung. Selengkapnya dapat dilihat pada informasi di bawah ini:


Berikut beberapa keuntungan menggunakan pasarpolis.com:
  1. Bisa langsung membandingkan produk asuransi secara obyektif dan transparan
  2. Cepat dan mudah diakses kapan dan dimana saja
  3. Didukung perusahaan asuransi ternama dan terpercaya 
  4. Tersedianya bantuan informasi  
Kini siapapun bisa dan siap membeli asuransi kapan dan dimana saja.

Semoga tulisan kemudahan layanan membeli asuransi di era digital semakin menambah wawasan kita tentang betapa pentingnya memiliki asuransi karena kehidupan ini serba tak pasti. Tetapi tentu saja ini adalah murni pendapat pribadi. Semua terpulang kepada kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

Wednesday, June 8, 2016

Karena Banyak Hal Luar Biasa Berawal Dari Hal Kecil


Karena Banyak Hal Luar Biasa Berawal Dari Hal Kecil


Karena Banyak Hal Luar Biasa Berawal Dari Hal Kecil. Ada banyak perkara dalam kehidupanku yang cocok banget dengan barisan kalimat yang tercantum di tab Achievement Beauty Blogger Roosvansia. Terutama saat aku harus berurusan dengan beberapa target kehidupan yang sulit untuk dicapai.

Orang-orang sono bilangnya baby steps.
Ambil langkah kecil sebagai awalnya, lalu bagilah beberapa tugas ke dalam bagian yang lebih kecil. Pecahkan masalah yang sederhana dulu.
Begitulah caranya!

Demikian juga halnya dengan Roos, Diawali dari kegemaran menikmati tayangan tutorial dan membaca blog tentang make up, Roos memberanikan diri menulis tentang pengalamannya.

Sama seperti postinganku yang ini bahwa genetik punya andil dalam penelusuran bakat dan minat sang anak. Hal itu juga berlaku bagi dara Batak yang mendapat titisan keahlian mendesain wajah dari sang mama *begh bahasanya... titisan. Horor banget yak!

Biar kekinian kakaaa... Hahaha...

Kita bisa merasakan cinta luar biasa Roos terhadap sosok ibunda yang tersirat dalam tulisannya itu, dan ikut merasakan bahagia.

Tahukah kamu? Kebahagian seperti juga kesedihan bisa menular.  Magic!

See, once again I told you, genetics does matter!

Roos memulai kegiatan bloggingnya dari melakukan riset kecil-kecilan tentang produk yang akan dibeli melalui review dari blog orang lain sampai-sampai harus mengeluarkan kocek pribadi untuk memperoleh review pribadi yang menurutku lumayan besar, bow. But sometimes we do need to sacrifice, right?

Langsung terbayang deh sembako yang bisa aku beli dari nilai itu. Dasar emak-emak, Hihihi...

Kebiasaanya berbagi review melalui sosial media publisher juga menambah nilai plus sehingga sering mendapatan bonus produk saat pembelian. Yup, bisa ditebak bisa buat review produk baru lagi dong. Genius sekali si Roos ini ya. *Manggut-manggut sambil usap dagu.

Perjalanan blogging Roos itu bak kata pepatah learning by doing. Selalu saja dalam kegiatan blogging dia menemukan hal-hal baru terutama saat bergabung dengan komunitas blogger. Catat! Pentingnya bergabung dengan komunitas blogger.

Pergantian nama web dari www.imtheonlydaughter.blogspot.com ke www.roosvansia.com sempat membuat dara cantik ini susah hati. Betapa tidak Alexa Rank mendadak gendut hingga mencapai 18.000.000.

Nah yang mau Alexanya ramping (myself including) aku mengutip lagi tulisan Roosvansia (dengan edit sedikit laaa...), harap lakukan 3R berikut ini:

  1. Rajin menulis apalagi kalau menulisnya dengan hati, tambah nendaaang!
  2. Rajin berbagi tulisan lewat tombol media sosial (FB, twitter, G+, Pinterest dll)
  3. Rajin blogwalking

Dan... tarra... Alexa Ros langsing dan saat aku menulis ini sudah menyentuh angka 260.446.

Karena Banyak Hal Luar Biasa Berawal Dari Hal Kecil

Warbiyasah!

Perjalanan  blogging Roos bermula sejak tahun 2013 dan hingga saat ini berbagai prestasi telah ia raih dan bisa langsung kita lihat di halamaman webnya di sini. Aku merinding. Bukan apa-apa merinding kagum, kakaa....

Hikmah lain yang aku dapat adalah bahwa branding untuk sebuah blog sangat penting! Dengan menjadikan blog kita sebuah branding, selain popularitas-namun lebih dari itu bisa membantu meningkatkan dan melebarkan peluang bisnis. Dengan kata lain menghasilkan banyak uang.  Dan Roos telah melakukan itu.

Branding biasanya diawali dengan mencari spesialisasi kita dan membangunnya secara tekun lewat tampilan blog, ciri dan cara penyampaian artikel serta bergabung dengan komunitas online. 

Terus terang,aku sangat terberkati dengan adanya arisan link yang diprakarsai oleh Blogger Perempuan. Menurutku ini juga salah satu cara untuk membangun branding karena secara tidak langsung bisa menjadi testimoni karena memuat review. Dengan catatan review dilakukat bersifat transparan, jujur dan bertanggung jawab.

Aku juga jadi lebih banyak tahu, maklum dan ujung-ujungnya terinspirasi. Lewat web Roos ini terbuktilah bahwa banyak hal luar biasa berawal dari hal kecil.

So jangan pernah remeh terhadap hal-hal kecil ya! Kalau dengan hal kecil saja kita remeh apatah lagi dengan hal besar, atau terhadap hal kecil saja kita tidak dipercaya apalagi untuk hal besar. Impossible!

Jadi, sekali lagi kita kudu melakukan langkah kecil dulu, lakukan dengan penuh hasrat, disiplin dan ketekunan.

Last but not least, setuju sama Roos, lakukan dengan hati!

Monday, May 30, 2016

4 Kiat Terciptanya #BahagiadiRumah


4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah


4 Kiat Agar Tercipta #BahagiadiRumah. Sejujurnya saat memutuskan berhenti kerja beberapa tahun yang silam sama sekali aku belum punya rencana apa-apa terhadap diriku. Masih kelam. Jangan ditiru ya!

Kuakui keputusanku agak emosionil karena keadaan buah hati yang saat itu sedang sakit. Karena kami tinggal beda domisili, keadaan seperti ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Dan aku harus membaginya lagi dengan beban pekerjaan.

Saat itu yang terpikir hanya bagaimana agar bisa terbang dan sampai di sisi ananda. Memberi dorongan semangat, kekuatan agar kembali pulih keadaan.

Menurut info dari suami sudah beberapa hari ini Yasmin muntah-muntah dan kehilangan selera makan, meski sudah dibawa ke dokter dan minum obat. Mungkin kangen sama bunda, tambah suamiku. Duh... hatiku semakin kelabu.

"Yasmin, kangen sama bunda?" 

Itulah pertanyaan retorik yang aku ajukan sesampainya di rumah sembari memeluk dan menciuminya, melabuhkan rindu yang membara.

Mata indahnya mengerjap sendu. Dan itu cukup untukku!

Namun jauh di lubuk hati sebenarnya aku sendiri masih belum yakin dengan keputusanku ini.

Atasanku seperti mencium sikap menduaku. Dan beberapa kali menelepon mencoba mengajakku bergabung kembali, meski surat pengunduran diri telah resmi aku submisi. Gundah merayap dengan mudah. Namun dengan dukungan suami dan meminta petunjuk lewat doa yang kubisikkan dari balik sajadah, hatiku mantap untuk berkarir dari rumah.

Awalnya aku merasa baik-baik saja melakoni profesi anyar ini. Ada banyak ibu rumah tangga di luar sana yang mampu melakukan itu semua. Dan kelihatannya mereka baik-baik saja. Lalu, apa bedanya dengan aku!

Namun perlahan tapi pasti aku rindu sekali bermandikan perasaan itu lagi. Penuh semangat setiap bangun pagi untuk memulai hari seperti yang biasa aku alami, menemukan hal baru. Entah mengapa, aku sangat menikmati banget momen itu.

Menjadi wanita karir adalah juga impianku dan ibu. Ibu tak ingin kami anaknya yang berempat ini kelak kembali mengalami keadaan memprihatinkan. Solusinya hanya satu, bekerja kantoran seperti orang kebanyakan.

Hampir 30 tahun menjadi wanita yang bekerja di kantor dan memiliki penghasilan sendiri, merupakan kesenangan dan kebanggaan tersendiri. Aku merasa hidupku setiap detiknya dihiasi, dipenuhi dan diberkahi dengan kebahagiaan.

Bayangkanlah! Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Namun kenyataan berbicara lain. Melakukan aktivitas rutin ternyata bisa memicu stress.

Aku membuktikan dan mengalami sendiri. Kreativitas berkurang, mudah tersinggung, gampang marah dan kerap merasa hampa. Merasa tidak berguna, konon pula merasa bahagia. Bagaimana mungkin aku bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya jika aku sendiri tidak bahagia? Itu nonsens! Ada sesuatu yang salah di sini, dan harus berhenti! 

Maka mulailah aku mencari tahu, menggali informasi. Karena aku gemar berinternet ria, ke sanalah aku dominan bertanya sekaligus menemukan jawabannya. Memang sih tidak secara langsung seperti menemukan dompet di taman tengah kota. Tapi aku harus pintar memilah artikel yang sesuai dengan suasana hati dan jiwa.

  • Aku tak mau jadi orang stress dan berakhir depresi!

Kata kunci bahagia aku ketikkan di mesin pencari dan mulailah aku melakukan riset kecil-kecilan terhadap kehidupanku dan menemukan hal-hal berikut yang membuat aku #bahagiadirumah.

1. Hanya Menjalani dan Melakukan Kegiatan Yang Aku Sukai

Bahwa bahagia itu harus kita ciptakan sendiri karena semua berasal dari otak. 

Hal pertama yang aku pikirkan adalah menjalani dan melakukan kegiatan yang aku sukai. Mengapa? Karena saat melakukan sesuatu yang kita sukai pasti akan ada gairah.  Gairah adalah energi! Gairah mampu menutupi semua kekurangan fisik, emosi dan intelektual. Luar biasa! Pernah merasakannya? 

Setelah sarapan biasanya putriku Yasmin akan menghabiskan waktu sampai sore di sekolah. Berangkat bareng pak suami sekaligus mengantar Yasmin ke sekolah. Karena wiraswasta, jadwal pulang tak menentu. Alias tidak memiliki jam kerja tenggo. Tahukan maksudku? Jam 7 pagi teng pergi, dan jam 5 teng, go. Pulang maksudnya. Hahaha... Ini istilah populer yang aku dapatkan saat jadi karyawan dulu.

Kebetulan di rumah  aku senang banget main internet dari laptop. Awalnya hanya cuma mencari artikel, resep dan melepas kangen dengan sobat dunia maya. Dan di antara kegiatan sehari-hari ini aku menemukan kembali gairah masa kecil yang dulu sempat aku gandrungi.

Menulis. Iya, menulis. Awalnya aku menjadi penonton di antara media sosial buzzer yang telah malang melintang di dunia maya. Seperti anak kecil yang mengintip malu-malu dari balik gorden karena ketahuan. Menoleh ke kiri dan ke kanan.

Perlahan irama dan ketukan aku dapatkan, lalu meningkat ke penyesuaian, bergerak mengikuti irama, meresapi dan akhirnya kutemukan iramaku sendiri. Hei, aku menemukan dan menciptakan kebahagiaan di sini. Iya, kebahagiaanku sendiri.

Dengan menjadi media sosial buzzer, bukan hanya kebahagian yang aku dapatkan namun juga penghasilan. Bermula dari sampel produk, pulsa, uang tunai, gadget hingga paket perjalanan ke luar negeri. Semua dari hobiku menulis.
4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah

Dan dalam menggeluti hobiku yang satu ini, aku harus berani eksplor diri jika ingin dilirik para juri. Catat ya eksplor diri, bukan eksplor bodi. Hihihi... 


Untuk itu aku harus terus belajar dan belajar. Dari siapa saja. Menambah wawasan dengan banyak membaca. Yang pasti, semakin sering dan berani aku mengeksplor diri tanpa disadari semakin dalam aku menggali potensi diri. Otomatis semakin terdongkrak juga kepercayaan diri. Kini aku bahkan punya blog pribadi tempat aku berbagi.

2. Banyak Bersyukur


Yup! Banyak bersyukur membuat hati bahagia. Termasuk #bahagiadirumah. Seperti yang aku sebutkan di atas, bagaimana mungkin  bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya jika kita sendiri tidak bahagia. Mustahil!

Kog bisa?


Dengan banyak-bersyukur aku terhindar dari stress. Tekanan. Karena aku percaya masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung diriku. 


Dengan banyak bersyukur membuat hidup lebih bahagia dan hati jadi tentram. Ada banyak nikmat dan karunia yang Tuhan limpahkan kepada keluargaku seperti nikmat sehat, anak yang cerdas lagi solehah (Insya Allah) dan pasangan yang sekaligus sahabatku tempat bertukar pikiran dan melabuhkan cinta. 


Meski plafon rumah sudah mulai menghitam karena setiap hujan turun dan genteng bocor, jamurpun semakin ganas, dan masih suka gugup saat nominal angsuran mobil belum cukup, sementara tanggal jatuh tempo hampir menjelang, atau cat rumah yang sudah mengelupas dan hanya kesuraman yang membekas. 

Syukurlah kami sebagai pasangan selalu saling mengingatkan. Kami sepakat dan percaya bahwa kebahagiaan bukan melulu diukur dari uang dan kekayaan. Tapi kami juga tidak alergi dengan hal-hal duniawi, kawan.

Lalu, nikmat mana lagi yang aku dustakan?

3. Selalu Berpikir Positip

Untuk yang satu ini aku yakin banget. Bahwa berpikir positif itu bagai kerangka kontruksi bangunan. Berpikir positif itu merupakan sikap mental yang melibatkan proses mulai dari pikiran-pikiran, kata-kata dan bermuara pada budi pekerti.

Berpikir positif memberi kebahagiaan, suka cita dan kesehatan. Yang ada hanya fokus dan sibuk terus menerus memperbaiki diri. Tak ada bahkan tak sempat lagi memikirkan keburukan orang lain. Tentu saja, wong kita sudah sedemikian sibuk dengan diri sendiri.

Memandang segala sesuatu dari persfektif positf memberi dimensi baru. Kebiasaan ini juga menambah kemampuan menemukan ide dan solusi. Walhasil aku jadi gemar mencoba dan pengalaman baru adalah konsekuansinya. Mengagumkan!.

Meski aku tahu ada banyak orang yang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong dan bahkan menertawakan. Aku tak bisa memaksa mereka melakukan hal yang sama. 

4. Menciptakan Suasana Intim 

Aku percaya kepada kekuatan suasana yang penuh keintiman. Misalnya lewat sentuhan.  Satu sentuhan lebih berarti dari seribu kata-kata. Menciptakan suasana intim dengan suami dan anak adalah hal yang menjadi prioritasku. Berbagi berpelukan dan ciuman dengan pasangan dan anak menjadi ritual di rumah kami.

Atau di lain waktu lewat sajian kuliner istimewa. Membuat menu istimewa ala resto favorit kami sekeluarga. Masih tetap dengan konsep sederhana dan aku bahagia mengeksekusinya. Bukan memaksa diri dan akhirnya akan kecapekan sendiri.


4 Kiat Terciptanya #BahagiadiRumah


Ingatlah, cinta bukanlah sesuatu yang hanya untuk dimiliki tetapi ia perlu dibagi. Penelitian dan dokumentasi tentang hal ini tak perlu diragukan lagi.

Aku yakin kebahagiaan bukanlah tujuan tetapi perjalanan.  Perjalanan tanpa henti dan tak berujung.

Seperti tabloid Nova yang telah mengalami perjalanan panjang selama 28 tahun,  usia yang sudah cukup dewasa menurut beberapa survei dan para ahli, dan masih terus konsisten mengangkat isu-isu yang dekat dengan perempuan dan keluarga. Terutama kisah-kisah perempuan inspiratif dari berbagai pelosok nusantara.

Sama seperti konsepku tentang cinta, Nova juga melakukannya lewat Novaversary ini. Berbagi kebahagiaan, karena siapa sih yang tidak mau tertular?

Tahukah kamu? Satu kebahagiaan kecil dari rumah bisa bergulir... bagai bola salju. Kebahagiaan seperti juga kesusahan bisa menular kepada siapa saja. Bisa menerima adalah berkah. Namun mampu memberi adalah anugerah.

Jadi tidak ada kata terlambat, mari mulai berbagi kebaikan dan kebahagiaan. Mulai dari saat ini!

Semoga 4 kiat terciptanya #bahagiadirumah ini bermanfaat.

Happy Novaversary. Tetaplah menginspirasi!



Wednesday, May 25, 2016

Pentingnya Meluruskan dan Menguatkan Niat


Tips Agar Impian Tercapai Ala Bunda Yati


Pentingnya meluruskan dan menguatkan niat. Entah mengapa, aku sungguh tidak sepakat dengan sebuah kata ini *drumroll... Pensiun

Iya.

Dalam benakku pensiun adalah leyeh-leyeh di kursi malas sambil makan kudapan, memandang lepas ke kejauhan and doing nothing.

Oh, tidaaaak...! lalu histeris.

Sungguh tak ada kamus seperti itu dalam pikiranku!

Aku ingin tetap aktif, baik pikiran dan fisik, karena aku percaya dengan tetap berpikir, berkarya dan berkreasilah itulah aku "hidup".

Apalagi ditambah dengan salah satu episode dalam hidupku yang berkesempatan berkenalan dengan Bunda Yati, blogger inspiratif yang saat ini menginjak usia 77 tahun, dan...masih semangat berkarya. My Lord!

  • Aku juga percaya bahwa konsep mengenai apa yang kita rasakan tentang usia sangatlah penting dan berpengaruh terhadap bagaimana kita bersikap. Jika kita menganggap kita sebagai orang yang tua, ringkih dan lemah, pasti itulah yang kita dapatkan.

Lalu, apakah artinya sesederhana kita berganti perilaku menjadi anak muda lalu otomatis kita akan menjadi muda?

Tentu tidak!

Tak perlu menyangkal fakta bahwa usia bertambah dan fisik berubah. Tapi kita bisa memilih menikmati semua proses ini dengan cara yang menyenangkan, penuh kebahagiaan dan keceriaaan, percis saat masa kanak-kanak kita dahulu kala.

Untuk itu aku sering sekali sambil bergurau saat arisan bersama ibu-ibu di dasa wisma di kompleks perumahaan.

"Tolong jangan pernah memakai kata tua, ya"

"Kenapa, bu?"

"Kata senior jauh lebih keren!" kataku sambil mengerling nakal.

Kontan ibu-ibu menganggu-angguk setuju.

Hahaha...

Begitulah.

Berbicara mengenai Bunda Yati, kata yang tepat adalah sosok inspirasional di tengah era dekadensi moral!

Beliau jadi panutan di berbagai komunitas blogger. Tak terkecuali aku.

Energi, ekspresi dan prestasi beliau sungguh fenomenal, menurutku.

Mengawali profesi blogger sejak tahun 2009 sehingga kini, beliau rajin mengikuti berbagai kontes dan berhasil keluar sebagai pemenang di beberapa even, dan telah menghasilkan karya 19 buku antologi sampai akhir tahun 2013.

Luar biasa!

Dan... karya beliau yang paling gres adalah pada Februari 2015 membuat buku "Me and My Life, Bunga Rampai Kehidupanku".

Buku yang berisi cerita kehidupan yang diambil dari berbagai postingan blog beliau.

Dan ini belum berakhir, beliau masih menyimpan obsesi untuk terus dan terus berprestasi!

Semua pencapaian ini adalah berawal dari hobi beliau bersosial media. Meski berteman dengan sosialita media dengan lintas usia tak membuat beliau rendah diri dan malu.

Malu?

Untuk apa malu?

Kenapa harus malu?

Justru beliau merasa ini adalah sebuah sinergi karena berkesempatan berbagi dengan mereka yang sama-sama cinta menulis.

  • Iya, alangkah senangnya jika kita bisa menemukan orang yang memiliki passion yang sama. 

Gue banget ni kakaaa... *jingkrak-jingkrak.

Tapi memang benar lho, menghabiskan waktu dengan orang yang memiliki hasrat yang sama itu, anugerah!

Rasanya waktu seperti cepat berputar. Setiap detik dihiasi dengan kegembiraaan, berdiskusi dan berbagi ekspresi.

Yang penting mereka tidak memiliki akun yang aneh-aneh, beliau menambahkan.

Nah siap-siap jadi daftar friend list Bunda Yati ya.

Satu hal lagi yang aku dapatkan dari bunda Yati bahwa kita perlu menguatkan niat!

Jika menginginkan sesuatu, kerahkan seluruh usaha maksimal, banyak bertanya kepada sumber yang tepat, agar impian tercapai.

Mendadak jantungku bertalu dan nafas memburu menuliskan kalimat yang penuh deru ini.
Sungguh kata melebihi tajamnya sebuah pedang, adalah ungkapan yang sangat tepat di zaman peradaban sastra mencapai puncak dunia.
Sebuah pedang hanya bisa menusuk satu orang, berbeda dengan kata yang bisa menusuk ratusan bahkan ribuan orang dalam sekejap.

Itulah kekuatan sebuah tulisan.

Mampu memprovokasi hati untuk menyalurkan ide, memancing naluri berontak dan bergejolak.

Pentingnya meluruskan dan menguatkan niat, sebuah pelajaran yang takkan terlupakan!

Terima kasih Bunda, keep inspiring.

*Foto diambil dari akun facebook Bunda Yati

Friday, May 13, 2016

Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena

Tips Membeli Mukena
Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena. Saat melakukan perjalanan terutama lintas kota dan jauh, biasanya aku suka membawa perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena. Bahkan kadang-kadang walau hanya pergi ke mal di dalam kota.

Mengapa?

Karena lebih higienis dan terjamin kualitasnya. Tidak ada titipan bau yang lain, maksudnya. Hahaha...

Dulu, iya dulu aku sering mengandalkan mukena yang tersedia di tempat ibadah. Maksud hati ingin menunaikan ibadah dengan khusyu, betah dan total. Namun apa daya kadang kala aroma dan kondisi mukena mengusik indera penciumanku secara total.

Walhasil saat sholat sesekali udara dan hidungku bersinergi mencipta hawa yang kurang manusiawi. Kadangkala aku juga berjuang menahan nafas karena bau yang menetas saat aku sujud diantara gundukan tas. Ibadah pun menjadi sedikit ternoda.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu membawa mukena sendiri.

Kebetulan aku punya beberapa koleksi mukena cantik yang dipakai sesuai kebutuhan dan kondisi.

Bagaimana dengan kamu?

Masih bingung soal mukena yang cocok untukmu?

 Yuk simak tips sederhana memilih mukena sesuai kondisi dan kebutuhan.

1. Mukena Untuk di Rumah

Untuk di rumah biasanya aku suka pakai mukena yang terbuat dari katun dan berwarna putih. Bahannya terbuat dari kapas memiliki tekstur halus, kuat dan hiasan bordir.

Mukena ini sangat adem, nyaman dan tidak menyebabkan panas. Apalagi jika di rumah aku sering menghabiskan waktu cukup lama saat sholat ketimbang saat di mesjid atau dalam perjalanan dan tanpa pendingin udara.

Kekurangan mukena jenis ini adalah kurang cocok di bawa saat perjalanan karena sangat berat, mudah kusut dan susah kering setelah habis dicuci atau basah.

2. Mukena Untuk Bepergian

Saat melakukan perjalanan apalagi yang jauh, segala sesuatu yang praktis adalah pilihan, iya kan ladies?

Koleksi mukena cantik jenis parasut adalah pilihan jitu menurutku. Mudah dikemas, ringan dan anti kusut adalah kelebihan mukena tipe ini. Bahkan ia bisa dilipat sampai keukuran paling kecil. Pilihan brilian saat bepergian.

Mukena ini juga cepat kering saat habis dicuci, jadi kebersihan saat beribadah selama perjalanan bisa terjaga.

3. Mukena Untuk Hari Khusus/Hari Raya/Hadiah/Seserahan

Untuk memaknai hari penuh kemenangan dan kegembiraan misalnya seperti Hari Raya, biasanya aku memakai mukena yang terbuat katun dengan hiasan bordir yang lebih indah.

Jika diminta aku juga untuk memberi masukan kepada teman atau handai taulan agar membeli mukena jenis ini karena bahannya yang halus dan desainnya yang indah.

Saat ini konsumen semakin dimanjakan dengan tersedianya berbagai koleksi mukena cantik (baca Disclosure). Misalnya seperti di MatahariMall dengan model yang variatif, dan pilihan harga yang kompetitif.

Salah satunya adalah mukena Bali yang sedang populer.

Warna cerah dan segar menjadi ciri khas sejati mukena ini. Terbuat dari bahan rayon, mukena ini diklaim adem dan nyaman.


Tips Membeli Mukena

Untuk kamu yang suka bahan katun, salah satu koleksi mukena cantik katun Jepang ini bisa menjadi pilihan alternatif. Kalau bahan dari katun tentu kita tak perlu ragu lagi yah.

Tips Membeli Mukena

Rata-rata koleksi mukenaku juga terbuat dari katun. Adem ayem buat hati kalem.

Karena terbuat dari bahan berkualitas bagus harganyanya juga hampir dua kali lipat dari rayon. Jadi pegang kencang-kencang dompetmu ya. Hahaha...

Untuk koleksi mukena cantik murah tapi bukan murahan, ada mukena parasut yang juga menjadi pilihanku untuk dipakai dalam perjalanan. Bahan ini memang panas tapi cocok untuk saat bepergian karena mudah dilipat dan sangat ringkas.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum memutuskan membeli salah satu koleksi mukena cantik ini,  lakukan 3 hal berikut sebelum membeli mukena:

A. Mencari Tahu Detail Produk

Agar ibadah semakin khusyu dan terjaga sebaiknya mukena memiliki kategori seperti berikut ini:

- Dingin
- Halus
- Luntur/tidak luntur
Brand/merek

B. Dapatkan Deskripsi Lengkap Produk

Pastikan uraian lengkap mukena favoritmu mencakup hal-hal berikut ini:

- Panjang depan (cm)
- Panjang belakang (cm)
- Panjang rok (cm)
- Lebar rok (cm)

C. Spesifikasi Produk

Agar semakin mantap dengan pilihan, kriteria berikut ini patut dijadikan acuan sebelum menentukan pilihan.

- Warna
- Ukuran
- Bahan Utama

Terutama untuk tipe mukena Bali yang terdiri dari berbagai jenis kasta level kain rayon. Semakin tinggi kastanya (baca: mutu) semakin tinggi juga nilai harga jualnya.

Pastikan perlengkapan ibadah membuat ibadah kita semakin khusuk dan bermakna.

Semoga bermanfaat ya 3 tips sederhana sebelum membeli mukena ini.

Selamat mencoba!


Catatan:
Semua foto properti dari website MatahariMall.com https://super.mataharimall.com/jual-mukena/










Wednesday, May 4, 2016

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)
9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)

Hai!

Kenalkan, aku Rosanna Simanjuntak! Nama di KTP juga sama. Tak lebih dan tak kurang.

Mo panggil aja Anna, boleh. Rosa juga monggo. Asal jangat, Nyet ya. Hahaha...

Aku seorang ibu dari seorang gadis belia yang ntar 22 Mei nanti menginjak usis 15 tahun. Yup, aku asli dari Sumatera Utara bah.

Terus kog sekarang di Balikpapan?

Jadi gini,

#throwback

Masa SMA

Waktu di kelas 3 SMA, saat ada program PMDK, aku pilih Universitas Mulawarman (Unmul) Fakultas Kehutanan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Masih ingatkah? Itu lho Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK). Nah lo! Ketahuan deh jadulnya.

Samarinda adalah ibukota propinsi Kalimantan Timur dan berjarak 115km dari Balikpapan.

Lanjut!

Sekarang sih PMDK itu namanya jalur khusus atau undangan. Iya, betul.

Itu proses seleksi masuk perguruan tinggi dan dapat prioritas memilih universitas idaman sesuai rata-rata nilai raport.

Nilaiku sih gak bagus-bagus Amir (ssst... ini karena si Amat sudah pindah), cuma aku ikuti tips dan trik dari bapak dan ibu guru aja. Jadilah aku lulus dan melenggang masuk Unmul tanpa tes.

Sudah? Paham ya. Kalau belum mah, terlalu!

Ada banyak cerita hidup yang sangat berwarna-warni di tempat baruku ini. Apalagi aku belum pernah merantau jauh terpisah ribuan kilometer dari orang tua.

Biasanya dulu paling banter ke Medan, itu juga pasti berangkat bak rombongan sirkus, bow. Lengkap sama panci-panci persembahan berisi ikan mas arsik.

Maklumlah ibuku kan seorang eda, yang dalam silsilah Batak itu agak anu... kastanya. Hahaha...

Jadi ingat zaman itu, paling sebel kalau mau pergi jauh. Banyak tugas menanti. Jadi tukang giling bumbu, cuci piring seabreg. Hadeh. Duh, melebar lagi kan kemana-mana.

Lanjut!

Saat skripsi hampir selesai aku memberanikan diri melamar ke perusahaan tambang emas di pedalaman Kalimantan Timur. Tepatnya di Kelian. Sekarang masuk Kutai Barat. Sekalian cari jodoh. #Uhuk. Di kota kagak laku soalnya. Hahaha...

Iya, dulu berhasrat banget jadi istri ekspatriat. Pikiranku cuma satu, keren kali tiap 6 minggu bisa ke luar negeri. Terus nyerocos bahasa Inggris setiap waktu. Halah.

Tapi ternyata tak semudah itu ya. Menikah lintas kultur dan religi. Jadi baper nii.

Tahu nggak sih? Enggaaak...

Dulu, saat SMA aku sebel banget lho sama bahasa Inggris!

Karena tidak mengerti sama sekali apa yang diucapkan guru. Mana tah lagi, begitu masuk kelas si bapak tak pernah berbahasa Indonesia. Tambah tenggelam aku dalam lautan ketidaktahuan. Meski akhirnya nilaiku boljug la. Boleh juga.

Etapi ini kog jadi ngelantur ya. Gak pa-pa laa yaa. Throw back (lagi) to several years ago.

Nah, pas kuliah aku kena batunya. Beberapa dosen mensyaratkan kami membaca text book yang notabene English, bow.

So, mau tak mau, suka tak suka. I have to studyGuess whatSlowly but sure. I am falling love.

Saat aku berhasil menterjemahkan kalimat demi kalimat, it feels heaven, you know.

Puasss banget!

So that quote, do what you love and love what you do. It hits me, man!

Kompetensi itu juga yang meloloskan sesi wawancaraku dengan ekspatriat Australia dan langsung memintaku bekerja di pertambangan nun jauh di tengah belantara Kalimantan Timur.

Meniti Karir

Bekerja dengan ekspatriat memberiku nilai tambah. Bahwa mereka sangat menghargai karyawannya. Ini murni pengalaman pribadi ya.

Pernah suatu kali atasanku meminta izin untuk menolong dia membuat salinan beberapa dokumen. Saat itu aku sedang melayani atasan lainnya. Melihatku masih sibuk mengetik, dia segera membatalkan dan langsung menuju mesin fotokopi dan mengerjakan sendiri.

Hal itu sungguh berarti. Hingga kinipun aku masih menyimpannya di sini. Di hati.

Dan saat dia kembali dari cuti di Australia, buah tangan pasti tak pernah lupa. Sekotak mungil coklat yang hampir bisa dipastikan belum pernah aku lihat wujudnya, kacamata anti sinar matahari, parfum mini (kayaknya ini sering dibeli di Changi, soalnya ada tulisan Duty Free Shop) dan lain-lain. Aku sudah lupa.

Dengan rotasi kerja 6-2, 6 minggu di tambang dan 2 minggu cuti, aku sungguh terberkati punya atasan seperti beliau.

Yang paling aku ingat, desain coklat yang unik dan ciamik. Kadang-kadang coklat hanya aku bawa ke kamar dan kupandangi hingga beberapa hari.

Hihihi... katrok, yaaa...

Dua setengah tahun aku bertahan di belantara, akupun pindah kerja karena permintaan my hubby.

It makes sense to me. We are about to build a family.

Kami berdua yakin pasti cepat atau lambat bakal tercipta ketidak seimbangan. Baik inter-personal maupun intra-personal.

Iya, kami sempat LDR. Yang perempuan di rimba yang lakinya eeh malah di kota.

Ruarr biasa!

Begitulah, perusahaan terminal batubara, rekondisi dan penyewaan alat berat melengkapi warna-warni kehidupan karirku. Semua rata-rata dengan atasan ekspatriat.

Eh, btw ini tulisan sudah kepanjangan yak? Hampir 600 kata, ne! Kata mastah SEO sebelah buat artikel gak usah panjang-panjang. Yang penting nendaang. *Bola kalles!

Pan gak semua orang internetnya wuz...wuzz.. Ntar pada ngacir lho, fansnya.

Etapi aku harus konsisten dong ya dengan judul di atas.

Jadi seperti yang aku kutip dari mindbodygreen.com bahwa meluangkan waktu menulis kisah hidup sendiri baik di buku diari atau di blog pribadi itu memiliki manfaat besar secara emosional, spritual and health benefits.

Hell yay!

Yuk kita simak.

Berikut 9 alasan mulia itu:

1. Membagi informasi personal itu menciptakan koneksi
Saat menulis kehidupan pribadi, otomatis kita menciptakan koneksi atau ikatan agar orang lain memiliki kesempatan mengetahui lebih banyak. Membuat ikatan yang lebih kuat.
 Ya udah segini aja dulu, deh episode satu dari 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi.
Versi lengkapnya sudah tayang nih di sini ya.

Ntar eike lanjut yaa... Modus nih, biar PV meningkat. Hahaha...

Eh, mau tahu tulisan eike yang viral? Ceritanya  mencoba status tandingan seleb blog Windi Teguh yang ini

Sudah baca ke? Wajib baca lho. Seruuuu! *Tssaaah....

Nah kalo viral versi gue yang ini dengan 1766 tampilan dan 152 komen termasuk komen aku lho ya.

Yee... baru segitu juga. Belum apa-apa itu! Hahaha... *kibasponi. Dilarang sirik!

Pengalaman itu sungguh sangat membekas di hati dan hidupku. Iya, tulisan tentang perjalanan religi yang pertama kali bersama ibunda dan saudara laki yang cuma satu-satunya.

Perjalanan penuh cinta, ikatan emosionil, kocak dan hal-hal yang melebihi ekspetasi kami. Memberiku sumber inspirasi tiada henti. Bantu share dong. #modus lagi.

Hihihi...

Nah, selanjutnya untuk 8 dari 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi, ditunggu yaa...

So, stay tune!

Thursday, April 28, 2016

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Hobi tampil ternyata sudah bermula sejak aku balita.

Ini menurut ibunda.

Lalu berkembang menjadi gemar mencoret di dinding rumah sambil bercerita, di fase usia pra sekolah.

Selanjutnya bermain sekolah-sekolahan.

Sebagai anak sulung *uhuk! aku menetapkan peraturan. Yang dapat peran sebagai guru pertama kali harus aku, baru kemudian menyusul adik-adikku yang berjumlah 2 orang. Hiii... otoriter banget yak!

Terbayang kembali dinding rumah yang penuh hasil karyaku dan adik-adikku.

Saat itu kami sangat beruntung karena ibu tak pernah melarang kami melakukan semua itu. Walhasil, rumah bagai papan tulis.

Jika ada dana berlebih biasanya menjelang lebaran dinding rumah bisa mulus kembali, dicat ulang.

Menginjak Sekolah Dasar hobiku melebar. Unjuk kebolehan di depan umum mulai kunikmati. Membaca puisi, memimpin lagu wajib bahkan menjadi petugas upacara. Dari menjadi pemimpin upacara sampai petugas bendera.

Semua kunikmati sepenuh hati.

Tugas mengarang dari ibu guru bahasa Indonesia adalah momen yang sangat aku suka.

Jika teman-teman hanya menghabiskan 2 halaman buku, aku bisa sampai 5-6 lembar.

Kira-kira ibu guru baca apa nggak ya?

Atau malah cuma buat ganjal bawah meja. Habis kebanyakan, cap cai dong bacanya.

Hahaha...

Menulis seperti panggilan jiwa.

Bedanya kalau dulu tak perlu mikir tentang teknik SEO dan lain-lainya.

Kalau menulis ya nulis saja. Sudah mendatangkan kenikmatan luar biasa.

Nah seperti itulah kira-kira yang dirasakan Nunu, salah seorang member arisan kelompok 6 Blogger Perempuan, saat memutuskan kembali menggeluti dunia blogging yang pernah ditinggalkan selama 5 tahun.

Awalnya mencari kegiatan yang bermanfaat, namun kini malah jatuh cinta.

Bahkan hasil karyanya telah diakui dan bersanding dengan penulis keren lainnya.

Doi bisa melakukan semua hobi ini plus berstatus pegawai di sebuah Kementrian di Jakarta.

Hebat ya!

Aku suka banget dengan gaya bahasanya yang seolah menyelami hati pembaca. Hal itu jelas terasa saat menikmati sebuah tulisan tentang membuat konten SEO di sini.

Duh, SEO lagi. Lagi-lagi SEO.

Alamak sudah 4 kali aku sebut.

Iya deh habis ini, nggak lagi. Janji... *sodorin tangan.

Ternyata menulis banyak manfaatnya lho.

1. Mengukir Kenangan
Iya dong.
Karena hidup tidak menunggu kita. Dia terus berjalan. Tak bisa dihentikan. Kejadian demi kejadian berlalu, tertindih bahkan terlupakan. So, kita harus menyelamatkan beberapa momen penting apatah lagi yang langka.
2. Rumah Ide
Adakalanya ide muncul liar tak terkendalikan. Seperti jailangkung.
Xixixi... *maklampir mode on
Datang tak diundang, pulang tak diantar. Dan sering kali ide ini hadirnya seperti kilat. Wuz... dan akhirnya hilang.
Namun adakalanya merambat, menggeliat. 
Untuk itu perlu direkam, on line atau off line.
3. Pengembangan Diri
Kog bisa?
Lha, pastinya sebelum pencet publish, pasti kita kudu preview dan memeriksa kembali tulisan kita. Apakah ada ruhnya? Typo?  Diksi yang menarik? 
Ada analisis di sini. Otomatis sedikit demi sedikit tanpa disadari kita mengalami proses belajar yang terus-menerus. Tuh, betulkan! Pengembangan diri deh, muaranya.
4. Sumber Inspirasi 
Kita takkan pernah tahu betapa tulisan terutama curahan hati kita mampu menggerakkan bahkan bisa menginspirasi seseorang.
Bayangkan ada seseorang di luar sana menjadi begitu bahagia dan tertolong hanya karena membaca tulisan kita, yang justru tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Meski mereka hanya sebagai silent reader.
Page view meningkat dan kebaikanpun kau dapat. Insya Allah.
Bukankah kebahagiaan hidup itu adalah saat kita bisa memberi manfaat?
Jadi, tetaplah menulis ya, sobat.
5. Menjadi Penulis Lebih Baik
Maksud loe?
Iya dong dengan disiplin duduk dan menulis dijamin pasti akan meningkatkan kemampuan menulis.
Kalau cuma berpikir dan berencana rasanya sih tidak dihitung. Kudu beraksi dan lakukan!
6. Jadi Lebih Banyak Tahu
Ini jelas banget yaa...!
Untuk bisa menulis dengan baik pasti kudu membaca. Jelas sekali ada output dari aktivitas ini yaitu... kita akan belajar... banyak.
Seperti yang diungkapkan oleh novelis kondang Stephen King.
"If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot, write a lot"
7. Warisan 
Pernahkan membayangkan bahwa saat kita tiada, tulisan kita akan tetap ada.
Dan yakinlah bahwa suatu hari nanti anak cucu kita akan berterima kasih kepada kita. Mereka akan bisa menikmati dan berkomunikasi lewat karya-karya kita.
Kita bahkan tidak bisa membayangkan betapa terpesonanya mereka saat itu, saat menikmati warisan kita.
Bahkan kitab sucipun dibuat dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, sepanjang zaman. 
Ngomong-ngomong ini sudah ngelantur jauh ya.

Awalnya mau review blognya mbak Nunu.

Tapi lebih asyik mah, cus langsung saja ke sini.

Dijamin pasti suka.

Blog Nunu sangat informatif dan inspiratif.

Coba deh kalau tidak percaya.

Nunu juga seorang mysterious shopper lho.

Apa itu?

Kog rada horor ya, mak? Pakai acara bakar menyan ya?

Hahaha...

Makanya buruan gih ke tekapeh.

Etapi ada yang sangat mengganggu lho, Nu.

Anu... itu pop up dialog box agar suka fanspage, not recommended banget deh, menurutku.

It is really annoying.

What about you guys...?

Last but not least, demikianlah 7 manfaat menakjubkan dari menulis versiku, kalau kamu?





















Thursday, April 21, 2016

Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Dulu dan sehingga kini aku sungguh terinspirasi lihat berbagai pose teman di berbagai sosial media. Mereka sangat penuh percaya diri.

Promosi bak talen mewakili  produk. Plus kepiawaian mereka berbagi pengalaman baik resep, perjalanan bahkan hadiah hasil kompetisi.

Satu saat mereka tampil dengan kostum ibu-ibu namun di lain waktu dengan kostum abegeh unyu-unyu, atau hadir lengkap dengan pernak-pernik masak, di kesempatan lain liburan santai dengan pose pantai yang aduhai.

Masih tetap kece dan sopan, tentu saja!

Aku pikir mungkin mereka itu ikut pelatihan atau kursus modelling, tapi ternyata tidak. Rata-rata semua teman-teman yang notabene ibu rumah tangga, semuanya otodidak, belajar sendiri dengan modal #BeraniLebih eksplorasikan diri!

Lalu aku pikir, kenapa tidak #BeraniLebih eksplorasikan diri. Tentu saja maksudku bukan eksplor bodi!

Ternyata hal baru bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan! Namun harus ditaklukkan!

Dengan mencoba berbagai hal baru kita semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.

Semakin sering dan berani kita mengeksplorasikan diri tanpa disadari semakin giat kita menggali potensi yang kita miliki. Hal ini otomatis akan menambah tingkat kepercayaan dan wawasan diri.

Lagi-lagi tanpa disadari seiring waktu aku menjadi lebih kreatif.

Berani Lebih  Bisa Membantu Menemukan Ide dan Solusi

Memandang sesuatu selalu dari segi positif dan yang pasti tanpa bermaksud arogan kadang kala diakui sebagai sosok inspiratif. #Halah.

Maka, mulailah aku menumbuhkan kepercayaan diri dengan banyak bertanya sana dan sini.

Membaca literatur ringan tentang fotografi, artikel parenting, resep makanan, sampai-sampai cara menulispun semua aku pelajari. Biasanya semua yang berkaitan dengan kontes/kompetisi yang akan kuikuti.

Pelan-pelan kudapatkan kepercayaan diri dan semakin ekspresif seperti ini. Hihihihi...

Berani Lebih dan Temukan Kepercayaan Diri

Secara tidak langsung aku juga menularkannya kepada anak dan suami. Meski sulit meyakinkan mereka bahwa mengikuti berbagai kompetisi dan kontes online itu adalah sesuatu yang mengasyikkan sekaligus menjanjikan.

Uniknya, saat hadiah sampai di rumah, mereka berebut ingin pertama kali merobek pembungkusnya.

Merasakan dan menikmati momen kemenangan!

Jujur, awalnya aku susah mendapatkan hasil foto dan tulisan yang maksimal, bahkan sampai kini, aku masih terus belajar dan belajar. Kadang kala aku harus membaca syarat dan ketentuan berulangkali untuk mendapatkan pesan dan kesan yang ingin di sampaikan.

Namun, tak sedikit juga hasil foto dan tulisanku mendapat simpati juri dan memenangkan kompetisi.

Misalnya di sini dan di sana

Hal ini lagi-lagi semakin mendongkrak kepercayaan diri. 

Kebiasaan #BeraniLebih eksplorasikan diri ini  juga menambah kemampuanku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba, dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Dengan berbagai pengalaman, otomatis, wawasan aku dapatkan, memberi sudut pandang baru dan menolongku memandang suatu permasalahan. 

Yuk, #BeraniLebih eksplorasikan diri!