Pages - Menu

Friday, May 13, 2016

Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena

Tips Membeli Mukena
Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena. Saat melakukan perjalanan terutama lintas kota dan jauh, biasanya aku suka membawa perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena. Bahkan kadang-kadang walau hanya pergi ke mal di dalam kota.

Mengapa?

Karena lebih higienis dan terjamin kualitasnya. Tidak ada titipan bau yang lain, maksudnya. Hahaha...

Dulu, iya dulu aku sering mengandalkan mukena yang tersedia di tempat ibadah. Maksud hati ingin menunaikan ibadah dengan khusyu, betah dan total. Namun apa daya kadang kala aroma dan kondisi mukena mengusik indera penciumanku secara total.

Walhasil saat sholat sesekali udara dan hidungku bersinergi mencipta hawa yang kurang manusiawi. Kadangkala aku juga berjuang menahan nafas karena bau yang menetas saat aku sujud diantara gundukan tas. Ibadah pun menjadi sedikit ternoda.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu membawa mukena sendiri.

Kebetulan aku punya beberapa koleksi mukena cantik yang dipakai sesuai kebutuhan dan kondisi.

Bagaimana dengan kamu?

Masih bingung soal mukena yang cocok untukmu?

 Yuk simak tips sederhana memilih mukena sesuai kondisi dan kebutuhan.

1. Mukena Untuk di Rumah

Untuk di rumah biasanya aku suka pakai mukena yang terbuat dari katun dan berwarna putih. Bahannya terbuat dari kapas memiliki tekstur halus, kuat dan hiasan bordir.

Mukena ini sangat adem, nyaman dan tidak menyebabkan panas. Apalagi jika di rumah aku sering menghabiskan waktu cukup lama saat sholat ketimbang saat di mesjid atau dalam perjalanan dan tanpa pendingin udara.

Kekurangan mukena jenis ini adalah kurang cocok di bawa saat perjalanan karena sangat berat, mudah kusut dan susah kering setelah habis dicuci atau basah.

2. Mukena Untuk Bepergian

Saat melakukan perjalanan apalagi yang jauh, segala sesuatu yang praktis adalah pilihan, iya kan ladies?

Koleksi mukena cantik jenis parasut adalah pilihan jitu menurutku. Mudah dikemas, ringan dan anti kusut adalah kelebihan mukena tipe ini. Bahkan ia bisa dilipat sampai keukuran paling kecil. Pilihan brilian saat bepergian.

Mukena ini juga cepat kering saat habis dicuci, jadi kebersihan saat beribadah selama perjalanan bisa terjaga.

3. Mukena Untuk Hari Khusus/Hari Raya/Hadiah/Seserahan

Untuk memaknai hari penuh kemenangan dan kegembiraan misalnya seperti Hari Raya, biasanya aku memakai mukena yang terbuat katun dengan hiasan bordir yang lebih indah.

Jika diminta aku juga untuk memberi masukan kepada teman atau handai taulan agar membeli mukena jenis ini karena bahannya yang halus dan desainnya yang indah.

Saat ini konsumen semakin dimanjakan dengan tersedianya berbagai koleksi mukena cantik. Misalnya seperti di MatahariMall dengan model yang variatif, dan pilihan harga yang kompetitif.

Salah satunya adalah mukena Bali yang sedang populer.

Warna cerah dan segar menjadi ciri khas sejati mukena ini. Terbuat dari bahan rayon, mukena ini diklaim adem dan nyaman.


Tips Membeli Mukena

Untuk kamu yang suka bahan katun, salah satu koleksi mukena cantik katun Jepang ini bisa menjadi pilihan alternatif. Kalau bahan dari katun tentu kita tak perlu ragu lagi yah.

Tips Membeli Mukena

Rata-rata koleksi mukenaku juga terbuat dari katun. Adem ayem buat hati kalem.

Karena terbuat dari bahan berkualitas bagus harganyanya juga hampir dua kali lipat dari rayon. Jadi pegang kencang-kencang dompetmu ya. Hahaha...

Untuk koleksi mukena cantik murah tapi bukan murahan, ada mukena parasut yang juga menjadi pilihanku untuk dipakai dalam perjalanan. Bahan ini memang panas tapi cocok untuk saat bepergian karena mudah dilipat dan sangat ringkas.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum memutuskan membeli salah satu koleksi mukena cantik ini,  lakukan 3 hal berikut sebelum membeli mukena:

A. Mencari Tahu Detail Produk

Agar ibadah semakin khusyu dan terjaga sebaiknya mukena memiliki kategori seperti berikut ini:

- Dingin
- Halus
- Luntur/tidak luntur
Brand/merek

B. Dapatkan Deskripsi Lengkap Produk

Pastikan uraian lengkap mukena favoritmu mencakup hal-hal berikut ini:

- Panjang depan (cm)
- Panjang belakang (cm)
- Panjang rok (cm)
- Lebar rok (cm)

C. Spesifikasi Produk

Agar semakin mantap dengan pilihan, kriteria berikut ini patut dijadikan acuan sebelum menentukan pilihan.

- Warna
- Ukuran
- Bahan Utama

Terutama untuk tipe mukena Bali yang terdiri dari berbagai jenis kasta level kain rayon. Semakin tinggi kastanya (baca: mutu) semakin tinggi juga nilai harga jualnya.

Pastikan perlengkapan ibadah membuat ibadah kita semakin khusuk dan bermakna.

Semoga bermanfaat ya 3 tips sederhana sebelum membeli mukena ini.

Selamat mencoba!


Catatan:
Semua foto properti dari website MatahariMall.com https://super.mataharimall.com/jual-mukena/










Wednesday, May 4, 2016

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)
9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)

Hai!

Kenalkan, aku Rosanna Simanjuntak!

Nama di KTP juga sama. Tak lebih dan tak kurang.

Mo panggil aja Anna, boleh. Rosa juga monggo. Asal jangat, Nyet ya. Hahaha...

Aku seorang ibu dari seorang gadis belia yang ntar 22 Mei nanti menginjak usis 15 tahun.

Yup, aku asli dari Sumatera Utara bah.

Terus kog sekarang di Balikpapan?

Jadi gini,

#throwback

Masa SMA

Waktu di kelas 3 SMA, saat ada program PMDK, aku pilih Universitas Mulawarman (Unmul) Fakultas Kehutanan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Masih ingatkah?

Itu lho Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK).

Nah lo! Ketahuan deh jadulnya.

Samarinda adalah ibukota propinsi Kalimantan Timur dan berjarak 115km dari Balikpapan.

Lanjut!

Sekarang sih PMDK itu namanya jalur khusus atau undangan.

Iya, betul.

Itu proses seleksi masuk perguruan tinggi dan dapat prioritas memilih universitas idaman sesuai rata-rata nilai raport.

Nilaiku sih gak bagus-bagus Amir (ssst... ini karena si Amat sudah pindah), cuma aku ikuti tips dan trik dari bapak dan ibu guru aja. Jadilah aku lulus dan melenggang masuk Unmul tanpa tes.

Sudah? Paham ya. Kalau belum mah, terlalu!

Ada banyak cerita hidup yang sangat berwarna-warni di tempat baruku ini.

Apalagi aku belum pernah merantau jauh terpisah ribuan kilometer dari orang tua.

Biasanya dulu paling banter ke Medan, itu juga pasti berangkat bak rombongan sirkus, bow. Lengkap sama panci-panci persembahan berisi ikan mas arsik.

Maklumlah ibuku kan seorang eda, yang dalam silsilah Batak itu agak anu... kastanya. Hahaha...

Jadi ingat zaman itu, paling sebel kalau mau pergi jauh. Banyak tugas menanti. Jadi tukang giling bumbu, cuci piring seabreg. Hadeh.

Duh, melebar lagi kan kemana-mana.

Lanjut!

Saat skripsi hampir selesai aku memberanikan diri melamar ke perusahaan tambang emas di pedalaman Kalimantan Timur. Tepatnya di Kelian. Sekarang masuk Kutai Barat.

Sekalian cari jodoh. #Uhuk. Di kota kagak laku soalnya. Hahaha...

Iya, dulu berhasrat banget jadi istri ekspatriat. Pikiranku cuma satu, keren kali tiap 6 minggu bisa ke luar negeri. Terus nyerocos bahasa Inggris setiap waktu. Halah.

Tapi ternyata tak semudah itu ya. Menikah lintas kultur dan religi. Jadi baper nii.

Tahu nggak sih? Enggaaak...

Dulu, saat SMA aku sebel banget lho sama bahasa Inggris!

Karena tidak mengerti sama sekali apa yang diucapkan guru. Mana tah lagi, begitu masuk kelas si bapak tak pernah berbahasa Indonesia. Tambah tenggelam aku dalam lautan ketidaktahuan. Meski akhirnya nilaiku boljug la. Boleh juga.

Etapi ini kog jadi ngelantur ya.

Gak pa-pa laa yaa. Throw back (lagi) to several years ago.

Nah, pas kuliah aku kena batunya.

Beberapa dosen mensyaratkan kami membaca text book yang notabene English, bow.

So, mau tak mau, suka tak suka. I have to study.

Guess what!

Slowly but sure. I am falling love.

Saat aku berhasil menterjemahkan kalimat demi kalimat, it feels heaven, you know.

Puasss banget!

So that quote, do what you love and love what you do. It hits me, man!

Kompetensi itu juga yang meloloskan sesi wawancaraku dengan ekspatriat Australia dan langsung memintaku bekerja di pertambangan nun jauh di tengah belantara Kalimantan Timur.

Meniti Karir

Bekerja dengan ekspatriat memberiku nilai tambah. Bahwa mereka sangat menghargai karyawannya. Ini murni pengalaman pribadi ya.

Pernah suatu kali atasanku meminta izin untuk menolong dia membuat salinan beberapa dokumen. Saat itu aku sedang melayani atasan lainnya. Melihatku masih sibuk mengetik, dia segera membatalkan dan langsung menuju mesin fotokopi dan mengerjakan sendiri.

Hal itu sungguh berarti. Hingga kinipun aku masih menyimpannya di sini. Di hati.

Dan saat dia kembali dari cuti di Australia, buah tangan pasti tak pernah lupa. Sekotak mungil coklat yang hampir bisa dipastikan belum pernah aku lihat wujudnya, kacamata anti sinar matahari, parfum mini (kayaknya ini sering dibeli di Changi, soalnya ada tulisan Duty Free Shop) dan lain-lain. Aku sudah lupa.

Dengan rotasi kerja 6-2, 6 minggu di tambang dan 2 minggu cuti, aku sungguh terberkati punya atasan seperti beliau.

Yang paling aku ingat, desain coklat yang unik dan ciamik. Kadang-kadang coklat hanya aku bawa ke kamar dan kupandangi hingga beberapa hari.

Hihihi... katrok, yaaa...

Dua setengah tahun aku bertahan di belantara, akupun pindah kerja karena permintaan my hubby.

It makes sense to me. We are about to build a family.

Kami berdua yakin pasti cepat atau lambat bakal tercipta ketidak seimbangan. Baik inter-personal maupun intra-personal.

Iya, kami sempat LDR. Yang perempuan di rimba yang lakinya eeh malah di kota.

Ruarr biasa!

Begitulah, perusahaan terminal batubara, rekondisi dan penyewaan alat berat melengkapi warna-warni kehidupan karirku. Semua rata-rata dengan atasan ekspatriat.

Eh, btw ini tulisan sudah kepanjangan yak?

Hampir 600 kata, ne!

Kata mastah SEO sebelah buat artikel gak usah panjang-panjang. Yang penting nendaang.

*Bola kalles!

Pan gak semua orang internetnya wuz...wuzz..

Ntar pada ngacir lho, fansnya.

Etapi aku harus konsisten dong ya dengan judul di atas.

Jadi seperti yang aku kutip dari mindbodygreen.com bahwa meluangkan waktu menulis kisah hidup sendiri baik di buku diari atau di blog pribadi itu memiliki manfaat besar secara emosional, spritual and health benefits.

Hell yay!

Yuk kita simak.

Berikut 9 alasan mulia itu:

1. Membagi informasi personal itu menciptakan koneksi
Saat menulis kehidupan pribadi, otomatis kita menciptakan koneksi atau ikatan agar orang lain memiliki kesempatan mengetahui lebih banyak. Membuat ikatan yang lebih kuat.
 Ya udah segini aja dulu, deh episode satu dari 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi.

Ntar eike lanjut yaa...

Modus nih, biar PV meningkat.

Hahaha...

Eh, mau tahu tulisan eike yang viral?

Ceritanya  mencoba status tandingan seleb blog Windi Teguh yang ini

Sudah baca ke?

Wajib baca lho.

Seruuuu!

*Tssaaah....

Nah kalo viral versi gue yang ini dengan 1766 tampilan dan 152 komen termasuk komen aku lho ya.

Yee... baru segitu juga. Belum apa-apa itu!

Hahaha... *kibasponi.

Dilarang sirik!

Pengalaman itu sungguh sangat membekas di hati dan hidupku.

Iya, tulisan tentang perjalanan religi yang pertama kali bersama ibunda dan saudara laki yang cuma satu-satunya.

Perjalanan penuh cinta, ikatan emosionil, kocak dan hal-hal yang melebihi ekspetasi kami.

Memberiku sumber inspirasi tiada henti.

Bantu share dong. #modus lagi.

Hihihi...

Nah, selanjutnya untuk 8 dari 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi, ditunggu yaa...

So, stay tune!
































Thursday, April 28, 2016

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Hobi tampil ternyata sudah bermula sejak aku balita.

Ini menurut ibunda.

Lalu berkembang menjadi gemar mencoret di dinding rumah sambil bercerita, di fase usia pra sekolah.

Selanjutnya bermain sekolah-sekolahan.

Sebagai anak sulung *uhuk! aku menetapkan peraturan. Yang dapat peran sebagai guru pertama kali harus aku, baru kemudian menyusul adik-adikku yang berjumlah 2 orang. Hiii... otoriter banget yak!

Terbayang kembali dinding rumah yang penuh hasil karyaku dan adik-adikku.

Saat itu kami sangat beruntung karena ibu tak pernah melarang kami melakukan semua itu. Walhasil, rumah bagai papan tulis.

Jika ada dana berlebih biasanya menjelang lebaran dinding rumah bisa mulus kembali, dicat ulang.

Menginjak Sekolah Dasar hobiku melebar. Unjuk kebolehan di depan umum mulai kunikmati. Membaca puisi, memimpin lagu wajib bahkan menjadi petugas upacara. Dari menjadi pemimpin upacara sampai petugas bendera.

Semua kunikmati sepenuh hati.

Tugas mengarang dari ibu guru bahasa Indonesia adalah momen yang sangat aku suka.

Jika teman-teman hanya menghabiskan 2 halaman buku, aku bisa sampai 5-6 lembar.

Kira-kira ibu guru baca apa nggak ya?

Atau malah cuma buat ganjal bawah meja. Habis kebanyakan, cap cai dong bacanya.

Hahaha...

Menulis seperti panggilan jiwa.

Bedanya kalau dulu tak perlu mikir tentang teknik SEO dan lain-lainya.

Kalau menulis ya nulis saja. Sudah mendatangkan kenikmatan luar biasa.

Nah seperti itulah kira-kira yang dirasakan Nunu, salah seorang member arisan kelompok 6 Blogger Perempuan, saat memutuskan kembali menggeluti dunia blogging yang pernah ditinggalkan selama 5 tahun.

Awalnya mencari kegiatan yang bermanfaat, namun kini malah jatuh cinta.

Bahkan hasil karyanya telah diakui dan bersanding dengan penulis keren lainnya.

Doi bisa melakukan semua hobi ini plus berstatus pegawai di sebuah Kementrian di Jakarta.

Hebat ya!

Aku suka banget dengan gaya bahasanya yang seolah menyelami hati pembaca. Hal itu jelas terasa saat menikmati sebuah tulisan tentang membuat konten SEO di sini.

Duh, SEO lagi. Lagi-lagi SEO.

Alamak sudah 4 kali aku sebut.

Iya deh habis ini, nggak lagi. Janji... *sodorin tangan.

Ternyata menulis banyak manfaatnya lho.

1. Mengukir Kenangan
Iya dong.
Karena hidup tidak menunggu kita. Dia terus berjalan. Tak bisa dihentikan. Kejadian demi kejadian berlalu, tertindih bahkan terlupakan. So, kita harus menyelamatkan beberapa momen penting apatah lagi yang langka.
2. Rumah Ide
Adakalanya ide muncul liar tak terkendalikan. Seperti jailangkung.
Xixixi... *maklampir mode on
Datang tak diundang, pulang tak diantar. Dan sering kali ide ini hadirnya seperti kilat. Wuz... dan akhirnya hilang.
Namun adakalanya merambat, menggeliat. 
Untuk itu perlu direkam, on line atau off line.
3. Pengembangan Diri
Kog bisa?
Lha, pastinya sebelum pencet publish, pasti kita kudu preview dan memeriksa kembali tulisan kita. Apakah ada ruhnya? Typo?  Diksi yang menarik? 
Ada analisis di sini. Otomatis sedikit demi sedikit tanpa disadari kita mengalami proses belajar yang terus-menerus. Tuh, betulkan! Pengembangan diri deh, muaranya.
4. Sumber Inspirasi 
Kita takkan pernah tahu betapa tulisan terutama curahan hati kita mampu menggerakkan bahkan bisa menginspirasi seseorang.
Bayangkan ada seseorang di luar sana menjadi begitu bahagia dan tertolong hanya karena membaca tulisan kita, yang justru tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Meski mereka hanya sebagai silent reader.
Page view meningkat dan kebaikanpun kau dapat. Insya Allah.
Bukankah kebahagiaan hidup itu adalah saat kita bisa memberi manfaat?
Jadi, tetaplah menulis ya, sobat.
5. Menjadi Penulis Lebih Baik
Maksud loe?
Iya dong dengan disiplin duduk dan menulis dijamin pasti akan meningkatkan kemampuan menulis.
Kalau cuma berpikir dan berencana rasanya sih tidak dihitung. Kudu beraksi dan lakukan!
6. Jadi Lebih Banyak Tahu
Ini jelas banget yaa...!
Untuk bisa menulis dengan baik pasti kudu membaca. Jelas sekali ada output dari aktivitas ini yaitu... kita akan belajar... banyak.
Seperti yang diungkapkan oleh novelis kondang Stephen King.
"If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot, write a lot"
7. Warisan 
Pernahkan membayangkan bahwa saat kita tiada, tulisan kita akan tetap ada.
Dan yakinlah bahwa suatu hari nanti anak cucu kita akan berterima kasih kepada kita. Mereka akan bisa menikmati dan berkomunikasi lewat karya-karya kita.
Kita bahkan tidak bisa membayangkan betapa terpesonanya mereka saat itu, saat menikmati warisan kita.
Bahkan kitab sucipun dibuat dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, sepanjang zaman. 
Ngomong-ngomong ini sudah ngelantur jauh ya.

Awalnya mau review blognya mbak Nunu.

Tapi lebih asyik mah, cus langsung saja ke sini.

Dijamin pasti suka.

Blog Nunu sangat informatif dan inspiratif.

Coba deh kalau tidak percaya.

Nunu juga seorang mysterious shopper lho.

Apa itu?

Kog rada horor ya, mak? Pakai acara bakar menyan ya?

Hahaha...

Makanya buruan gih ke tekapeh.

Etapi ada yang sangat mengganggu lho, Nu.

Anu... itu pop up dialog box agar suka fanspage, not recommended banget deh, menurutku.

It is really annoying.

What about you guys...?

Last but not least, demikianlah 7 manfaat menakjubkan dari menulis versiku, kalau kamu?





















Thursday, April 21, 2016

Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Dulu dan sehingga kini aku sungguh terinspirasi lihat berbagai pose teman di berbagai sosial media. Mereka sangat penuh percaya diri.

Promosi bak talen mewakili  produk. Plus kepiawaian mereka berbagi pengalaman baik resep, perjalanan bahkan hadiah hasil kompetisi.

Satu saat mereka tampil dengan kostum ibu-ibu namun di lain waktu dengan kostum abegeh unyu-unyu, atau hadir lengkap dengan pernak-pernik masak, di kesempatan lain liburan santai dengan pose pantai yang aduhai.

Masih tetap kece dan sopan, tentu saja!

Aku pikir mungkin mereka itu ikut pelatihan atau kursus modelling, tapi ternyata tidak. Rata-rata semua teman-teman yang notabene ibu rumah tangga, semuanya otodidak, belajar sendiri dengan modal #BeraniLebih eksplorasikan diri!

Lalu aku pikir, kenapa tidak #BeraniLebih eksplorasikan diri. Tentu saja maksudku bukan eksplor bodi!

Ternyata hal baru bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan! Namun harus ditaklukkan!

Dengan mencoba berbagai hal baru kita semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.

Semakin sering dan berani kita mengeksplorasikan diri tanpa disadari semakin giat kita menggali potensi yang kita miliki. Hal ini otomatis akan menambah tingkat kepercayaan dan wawasan diri.

Lagi-lagi tanpa disadari seiring waktu aku menjadi lebih kreatif.

Berani Lebih  Bisa Membantu Menemukan Ide dan Solusi

Memandang sesuatu selalu dari segi positif dan yang pasti tanpa bermaksud arogan kadang kala diakui sebagai sosok inspiratif. #Halah.

Maka, mulailah aku menumbuhkan kepercayaan diri dengan banyak bertanya sana dan sini.

Membaca literatur ringan tentang fotografi, artikel parenting, resep makanan, sampai-sampai cara menulispun semua aku pelajari. Biasanya semua yang berkaitan dengan kontes/kompetisi yang akan kuikuti.

Pelan-pelan kudapatkan kepercayaan diri dan semakin ekspresif seperti ini. Hihihihi...

Berani Lebih dan Temukan Kepercayaan Diri

Secara tidak langsung aku juga menularkannya kepada anak dan suami. Meski sulit meyakinkan mereka bahwa mengikuti berbagai kompetisi dan kontes online itu adalah sesuatu yang mengasyikkan sekaligus menjanjikan.

Uniknya, saat hadiah sampai di rumah, mereka berebut ingin pertama kali merobek pembungkusnya.

Merasakan dan menikmati momen kemenangan!

Jujur, awalnya aku susah mendapatkan hasil foto dan tulisan yang maksimal, bahkan sampai kini, aku masih terus belajar dan belajar. Kadang kala aku harus membaca syarat dan ketentuan berulangkali untuk mendapatkan pesan dan kesan yang ingin di sampaikan.

Namun, tak sedikit juga hasil foto dan tulisanku mendapat simpati juri dan memenangkan kompetisi.

Misalnya di sini dan di sana

Hal ini lagi-lagi semakin mendongkrak kepercayaan diri. 

Kebiasaan #BeraniLebih eksplorasikan diri ini  juga menambah kemampuanku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba, dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Dengan berbagai pengalaman, otomatis, wawasan aku dapatkan, memberi sudut pandang baru dan menolongku memandang suatu permasalahan. 

Yuk, #BeraniLebih eksplorasikan diri!








Monday, April 18, 2016

Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Biar lebih mantap reviewnya *tsaaah, jadi pakai acara lihat koleksi-koleksi foto di akun FB mbak Ratu Sya dulu. Pemanasan, woiii! Hihihi...

Etapi, lumayan ngos-ngosan juga scrolnya.

Nah loe, sapa suruh datang Jakarta!

Akhirnya sampai juga ke koleksi foto bulan madu *uhuk. Captionnya bikin ngakak *ketawagenit.

Aku mah gitu orangnya.

Berhubung sudah mulai hangat, yuk kita mulai review batch 3 kelompok 6 arisan link blogger perempuan.

TKPnya di sini

Eh, sebelumnya di batch 1 ada mbak Echa dan batch 2 mbak Rani. Sudah mampir ke?

Ternyata oh ternyata sang Ratu adalah seseorang yang misterius. Maksud loe?

Mysterious shopper!

Apa tuh?

Yang pasti dari baunya sudah tercium aroma horor, petualangan  dan belanja. Yay!

Secara singkat tugasnya adalah mendatangi toko-toko yang telah direferensikan, melakukan peninjauan, membuat laporan dan... digaji. Bisa pilih mau dollar atu Euro. Keren booo...

Apa...?

Mau dong, mau.

Nah untuk lebih detail langsung simak di sini ya.

Jadi, karena sudah terungkap binti tersingkap namanya jadi berubah. Bukan mysterious shopper lagi.

Hahahaa...

Duh, jadi ngelantur ya.

Ayo merapat, acara puncak segera dimulai!

A. Blog Review

1. Template 

Warna putih mendominasi tampilan sang ratu.

Aku suka pilihan hurufnya.

Juga alamat URLnya. Akuratudotcom. Serasa aku juga seorang ratu. Hahaii...

Setuju?

Namun ada sedikit masukan nih.

Sebaiknya pada menu bar bisa ditambahkan kategori misalnya seperti CurhatKu, Jalan-Jalan atau Tips, di sebelah Disclosure.

Meski sudah ada label di bagian side bar. Alangkah lebih baik jika kategori ini langsung menjadi perhatian pembaca saat menit pertama membuka blog dan sudah diarahkan kepada pilihan kategori. Tak perlu harus bergeser ke kanan lagi.

Juga untuk postingan populer sebaiknya di taruh di bagian atas di bawah tombol search.

Masih sama idenya. Agar tampilan blog semakin manis, dan membantu pengunjung memetakan kategori/label serta memudahkan navigasi.

Bagai hidangan yang sudah tersaji dan siap dieksekusi.

Ketahuan yaa, aku tukang makan. Gak ada yang nanya, woii...

2. Konten

Sama seperti diriku yang do goda-gado. Mbak Ratupun seperti itu. Postingannya terdiri  dari berbagai genre. Tinggal pilih, bleh.

Mau yang melow, rock atau seriosa. Semuanya emosionil banget. Mengaduk-aduk perasaan.

Liputan tentang buah hati Arman super lengkap. Salam sayang buat doi ya, mbak. Kecup dan peluk.

Nah, terus pas baca labelnya yang ini, ga penting dan iseng, aku jadi kepo.

Kategori Label Ratu de Blog
Ada apakah di sana?

Biar lebih seru, langsung ke TKP aja ya.

B. Blog Performance

1. Google Indexing 

Memulai dunia tulis menulis sejak 2009 dengan jumlah postingan hampir 114 inilah tampilan Ratu Sya, tarrraaa....

Google Indexing Sang Ratu de Blog
She is famous!

Aktivitas di blog menduduki top ranking diikuti aktivitas twit dan terakhir FB.

Kebalikan nih sama aku, FB malah menduduki posisi pertama.

Mbak, mbak, maaf yaa, sekarang kita lagi membahas mbak Ratu. Fokus, mbak, fokus!

Eh, iye ye... nyook, kite lanjut.

2. Loading Speed


Loading Speed Ratu de Blog

Wuzz...wuzz. Keren euui!

3. Domain Authority dan Page Authority

PA DA Ratu de Blog


Bagus banget!

Melewati angka 25.

Menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

4. Alexa

Alexa Ratu de Blog


Nah, kalau yang ini masih chubby. Kudu diet kayaknya.

Etapi, baru hijrah kedotcom, ya? Biasanya Google perlu penyesuaian jika kita baru hijrah ke TLD.

Monggo mbak, hajar semua postingan gimana cara membuat Alexa ramping dan singset.

Btw, masih baca sampai di bagian ini kan?

Anu, ini mau udahan kog.

Baiklah, pemirsah demikian blog review versi Rosanna, lebih dekat dengan sang Ratu de Blog.

Semoga sang Ratu berkenan adanya.



















































Tuesday, April 12, 2016

5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google


Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google
5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google

Bukan bermaksud pamer apalagi riya.

Berbagi.

Iya, berbagi hanya itu intensi maksud tulisan ini.

Beberapa waktu lalu tulisan ini menduduki ranking 2 di halaman pertama untuk keyword cara hebat eksplor bakat.

Namun hari ini jari-jariku *jarijari hiiiks, ingat almarhum Pepeng.

Kembali ke laptop!

Hari ini, 12 April 2016, aku iseng-iseng mengetik kata kunci yang sama.

Alhamdullillah, tulisanku yang aku publish 30 Maret 2016 nangkring di baris 1, menyusul di bawahnya adalah peringkat 1 sebelumnya, viva.co.id.

Padahal PVnya hanya 168 dengan 16 komentar saat tulisan ini dibuat.

Warbiyasah!

Boleh dong GR, yaak?

Boleh, boleh asal jangan lupa pegangan di pohon anggur ya mak.

Etapi, ini gak ada hubungannya dengan bakar menyan, bukan?

Hahaha...

Jadi gini,

Jujur aku langsung terinspirasi untuk berbagi hal ini. *tssaaah *kibasponi

Ini aja eike masih pakai daster. Gak percaya? Derita loe!

Hahaha...

Berikut tips agar blog dan artikel kita senantiasa tampil di halaman pertama google alias menjadi juara satu!

1. Konten Orisinal, Berkualitas, Relevan dan Informatif

Ini memang harga mati seperti yang pernah aku tuliskan di sini.

Algoritma terbaru Google RankBrain menjadi polisinya. Menurut praktisi SEO, beliau adalah penerus Hummingbird. Hmm... beliau. Duh, gayamu, rek!

Bersama dengan algoritma Panda keduanya menciptakan sinergi.

Memastikan akurasi konten agar pencari mendapat informasi yang tepat itulah misi yang diemban.

Kalau sudah begini siap-siap kebanjiran visitor organik dari mesin pencari.

Bahagianya.... *korbanSEOmania

2.  Hasilkan Artikel Paling Banyak Diminati dan Dicari

Tahukah kamu?

Ada ratusan blogger baru setiap harinya.

Jadi, membuat artikel paling banyak diminati dan dicari serta non musiman is a MUST!

Pastikan informasi berlaku sepanjang masa. Bukan cuma untuk hari ini apalagi hari kemarin.

3. Sampaikan dengan cara yang khas, akrab dan jauh dari kesan menggurui 

Mengapa?

Agar pengunjung merasa betah dan tertarik untuk membaca artikel lainnya.

Seperti yang sedang aku lakukan ini. *kibasponi lagi. Xixixi...

Buktinya kalian masih mau membaca sampai di bagian sini kan? *kedipmata

4. Backlink Postingan

Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Maksudnya artikel kita kudu berkenalan dong dengan tetangga agar cepat terindeks. Promo gitu lho.

Caranya?

Bagilah postingan kita dengan menggunakan media sosial seperti facebook, twitter dan google plus.

Udah gitu aja. As simple as it is.

Gak perlu SEO bertele-tele dan rumit, ntar kening malah mengernyit.

5. Blogwalking 

Bahasa di kampung eike silatuhrahmi, kakaaaa...

Selain untuk mempererat silatuhrahmi, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi.

Pastikan komentar kita juga bisa mendatangkan manfaat dan bahkan mampu mengundang pembaca lain berkenan mampir di blog kita.

Jadi tinggalkan URL postingan bukan homepage agar pembaca langsung beraksi.

Langsung kepal tangan nyanyi ala Kotak.... beraksi!

Dan... alexa juga bisa ramping lho.

Kog bisa?

Pan google pernah curhat. Buatlah pengunjung baru menjadi pengunjung tetap!

Aku sudah membuktikannya sendiri.

Bahwa kunjungan blogwalker mampu menurunkan puluhan juta angka alexa menjadi ratusan ribu hanya dalam hitungan hari.

Hal itu aku alami saat mutasi blogspot.com menjadi domain pada 26 September 2015 lalu.

Saat itu alexa berada di kisaran 19 juta dan berangsur-angsur hampir menyentuh angka 350.000-an hingga saat ini.

Padahal jumlah postingan masih di bawah 100, tepatnya 62 postingan dan PV di bawah 24.000.

Nah itu dia 5 tips ampuh menjadi juara satu di google versiku.

Jika aku menemukan tips lain yang lebih terkini dengan senang hati aku akan berbagi, karena google senantiasa melakukan terobosan tanpa henti.

Bisa saja tips hari ini tidak akan berlaku beberapa bulan lagi. Semua tergantung trik mesin pencari.

Atau mungkin ada yang ingin menambahkan?

Ayo berbagi tips di komentar di bawah ini.

Indahnya berbagi.



































Friday, April 8, 2016

Friday, April 1, 2016

Review Profil Blogger Rani Yulianty


Review Profil Blogger Rani Yulianty.

Hola,

Untuk putaran kedua arisan link kelompok 6 giliran blog mbak Rani Yulianty yang dibedah.

Terus mau bius lokal atau total nih, mbak?

Hahaha...

Mbak Rani bukan pemain baru lho di dunia blogging.

Bahkan ada 2 blog dalam asuhannya.

Blog cerita anak bunda lekat dengan dunia parenting. Berbagi warna kehidupan. Mulai dari cerita masa kehamilan, ASI, review produk dan tentu saja dong semua tentang Fathan, sang buah hati!

Salah satu yang menyita perhatianku adalah tentang betapa sedihnya harus berpisah dengan Fathan, karena beda domisili. Kehilangan beberapa momen yang dulu biasanya sering berbagi.

Namun seiring waktu Mbak Rani bisa belajar mengatasi.

Kali ini aku fokus pada blog professional si Mbak dengan blog title yang sangat melow bow: i don't want to lose this feeling...

Kita telanjangi telusuri blognya, yuk!

Template

Terpesona dengan harmoni warna hitam, biru, putih dan hijau di bagian atas template. Maaknyoos, adem banget dan looks professional!

Bagaimana menurutmu?

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Konten

Sesuai dengan title blog yang melow tadi, konten blog juga tidak berfokus pada niche tertentu.

Semua tentang blogger, reviewer dan buzzer.

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Meski kadang kala menerima kompensasi atas review yang dibuat, namun mbak Rani memastikan bahwa semua tulisannya dipastikan berasal dari opini yang jujur, seimbang, terpercaya dan sesuai dengan pengalaman produk tersebut.

Hal ini tertuang jelas dalam disclosure.

Statistik pencapaian

1. Google Indexing

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Selamat, mbak Rani sudah jadi seleb blog alias femes kakaa...

2. Loading Speed

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Not bad, right?

3. Domain Authority dan Page Authority

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Gimana?

Kalau menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

Etapi itu kata bisnis.com lho ya.

Kadang kala ada lho klien yang tidak terlalu memprioritaskan hal itu semua.

Ini masalah rezeki, ada campur tangan Ilahi di sini.

Selanjutnya izinkan aku memberi masukan ya dear.

Membaca artikel di blog beda dengan membaca buku.

Biasanya orang sangat fokus saat membaca buku. Tidak di internet.

Pasti kamu juga sudah melewati beberapa bagian sebelum sampai ke bagian ini.

Iya, kan *dipdipmatadikedip.

Itulah, maksudku! Dan ini wajar.

Karena menurut sebuah riset, memang sebagian mata pembaca di internet cenderung melewati hampir sebagian tulisan apalagi kalau sudah terlalu panjang.

Biasanya di bagian atas artikel  masih lengkap tuh dibaca, masih nafsu gitu.

Etapi makin ke bawah makin sedikit yang dibaca. Hahaha... gue banget ini yaak!

Kayak huruf F.

Betulkan? *kediplagi.

Karena kalau di internet, kita bukan reading, tapi scanning atau skimming.

Hadeh, apa itu?

Mengambil poin-poin penting aja cuuu. Gitu lo.

Padahal kita sang penulis maunya pembaca semakin betah dan mau mampir lagi, terus bawa pasukan satu kompi. Biar gak fakir pengunjung. Lho, kog #malahcurhat!

Duh kelamaan, mbak. Buruan to the point aja laa!

Eh...maaf, ya?

Baiklah.

Menurut hematku sebaiknya mbak Rani jangan mengikuti saran ibu guru bahasa Indonesia yang menyarankan agar 1 paragraf terdiri dari 4-5 kalimat, karena itu kurang greget di internet!

Paragraf dengan terlalu banyak tulisan bikin mata cepat lelah.

Maksimal 3-4 baris dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.

Udah gitu aja!

Ntar banyak-banyak dilempar kulit duren.

Hahaha...

Nah, sobat dumayku. Itulah review pribadiku saat membaca konten blog Mbak Rani di sini.

Kalau review profil blogger Rani Yulianty versimu, gimana?


















Wednesday, March 30, 2016

Cara Hebat Eksplor Bakat!


Cara Hebat Eksplor Bakat

Cara Hebat Eksplor Bakat.  Sering menghabiskan waktu dengan anak, tapi masih belum bisa menemukan berlian terpendam?

Hohoho... jangan rendah diri, karena anda tidak sendiri!

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Jadi gini, #mimikserius

Satu hal yang perlu di tanamkan, bahwa setiap anak itu unik dan berbeda!

Bahwa Setiap Anak Itu Berbeda

Baik bakat dan minat.

Haa...!

Apa...!

Bakat dan minat, memangnya beda ya?

Ya eeyyalah... #melotot

Padahal baru tahu juga. Hahaha...

Bakat itu sesuatu yang menonjol dalam diri anak, seperti hidung, jerawat dan... stop-stop bukan itu!

Mari kita ulangi ya,

Bakat itu adalah sesuatu yang menonjol dalam diri anak.

Kita bisa mulai mengobservasi mengamati perilaku anak sejak dini.

Biasanya bakat itu dibawa sejak lahir dan didapatkan dari genetik orang tua. Misalnya senang menabuh apa saja yang ada disekitarnya, bongkar pasang mainan, bernyanyi, memainkan alat musik atau berlenggak-lenggok bak peragawati.

Menurut para ahli, bakat biasanya terlihat sejak tahun pertama.

Sedangkan minat adalah kesukaan anak terhadap sesuatu. Misalnya, anak suka mendengarkan nyanyian, belum tentu kelak dia bisa menyanyi dengan baik, atau anak suka membaca belum tentu juga nantinya dia bisa menjadi penulis.

Jadi, terlihat jelas sekali peranan orang tua sangat menentukan minat dan bakat ini, mau di bawa kemana #bacasambilnyanyi ya! Hahaha...

Berikut #tips #deteksidini #potensianak 
1. Histori prestasi 
Seperti disebut sebelumnya genetik memang ambil bagian dalam penentuan bakat si kecil.

Yuk, lakukan riset kecil-kecilan tentang prestasi kedua keluarga besar ibu dan ayah.

Contohnya tidak jauh-jauh, aku laa... #uhuk

Dalam hal ini putriku sepertinya mewarisi kecerdasan bahasa yang didapatkan dari aku.

Sejak kecil (pra-sekolah) aku senang sekali berperan sebagi seorang guru.

Yup... bisa ditebak saudara-saudara.

Aku mudah sekali larut dalam peranku. Dinding rumah bagai papan tulis, penuh coretan dan garis. Sepotong kayu atau penggaris siap menemaniku eksis. Seru abis!

Beranjak ke masa SD tampil di pentas sekolah... kecanduanku!

Menjadi pembawa acara, berdeklamasi (istilah dulu) sekarang membaca puisi, memimpin lagu Indonesia Raya saat upacara, atau menyanyikan  lagu wajib setiap hari Sabtu mewakili sekolah, karena kompleks sekolahku terdiri dari 4 SD yang berbagi lahan.

Semua kulakoni hari demi hari, dengan senang hati dan selalu tak sabar menantikan momen ini.

Dan aku melakukannya penuh sukacita!

Seperti kecanduan gitu, mau dan mau, lagi-dan lagi.

Bahkan sampai kini! #Eh

Tahukah engkau?

Aku mendapatkannya itu semua dari... ibuku!

So... once again! Genetic does matter in talent!

Betul, bakat itu bagai berlian terpendam.

Sebagai orang tua kita harus jeli dan jernih mengamati potensi.

Mulai sekarang ayo coba eksplor apa histori prestasi keluarga besar kita!
2. Stimulasi potensi 
Sedapat mungkin hindari trial dan error!

Tak perlu memasukkannya ke berbagai les atau kursus untuk mengetahui bakat buah hati. 

Caranya? 

Langsung saja tanya anak, apakah dia menikmati kegiatan ini?

Jika anak menyukai dan melakukannya dengan segenap semangat dan energi, dapat dipastikan itulah bakat yang kita nanti-nanti.
3. Atensi Orang Tua, so pasti!
Bagaimana?

Curahkan perhatian dan jadilah partner yang menyenangkan!

Memberikan sarana dan prasarana, meluangkan waktu saat latihan, mendampingi saat mengikuti berbagai kompetisi, dan menjadi supporter di barisan pertama lengkap dengan atributnya (kalau perlu!) dan tentu saja seksi dokumentasi dalam bentuk foto atau video.


Menjadi Supporter Salah Satu Bentuk Atensi Orang Tua

Karena kita tidak pernah tahu kejutan serta momen apa yang bakal kita dapatkan dalam setiap kompetisi yang mungkin takkan pernah terulang kembali.

Ever!

Intinya selalu ciptakan kondisi mendukung terutama saat buah hati mengikuti kompetisi.

Misalnya tidak menyalakan TV saat buah hati berlatih baca puisi atau berdongeng.

Jadilah pendengar yang kritisi.

Untuk itu... yup harus banyak memperkaya diri.

Membaca... kakaaa...
4. Komitmen dan Konsisten
Komitmen dan konsisten syarat mutlak untuk mencuatkan bakat!

Karena dari proses deteksi, stimulasi, atensi dan akhirnya berprestasi memerlukan waktu dan latihan.

Anak dan orang tua bagai dua mata rantai bertaut agar bakat tak tergerus.

Tergerus?

Ini memang berita buruk!

Bakat bisa tergerus dan tumpul. Laksana pisau. Ia perlu di asah terus-menerus. Tiada hari tanpa belajar setiap hari. Tanpa henti!

So, inti dari tulisan ini adalah bahwa minat dan bakat, bukan hal yang mudah didapat.

Bukan proses instan, melainkan perlu waktu, dan latihan. Tambahkan juga disiplin, ulet, tekun dan anti bosan!

Bagai rumus matematika perbandingan lurus, makin sering latihan, makin sering mengikuti kompetisi, potensi buah hati pasti akan semakin teruji dan siap-siap panen prestasi!

Percayalah "hasil tidak akan pernah menghianati  kerja keras!"


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Juara 1 Presenter TV Edukasi


Juara Pertama Poetry Reading 2012

Juara Pertama Poetry Reading THE ANEFYL 2013


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Wawancara Eksklusif Dengan Menteri UPW Ibu Linda Gumelar

Finalis Tingkat Nasional Kidpreneur Award 2013



Wakil Duta Generasi Hijau  2014 Kota Balikpapan


Juara 1 Poetry Reading Februari 2016


Sekali lagi, semoga tulisan berbagi pengalaman cara hebat eksplor bakat ini bermanfaat.

Nah kalau mau menikmati pengalaman tentang umroh mampir di sini ya.